Penguatan Rupiah Tak Tekan Nilai Ekspor

Penguatan Rupiah Tak Tekan Nilai Ekspor

Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone

Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/okezone
JAKARTA – Apresiasi mata uang rupiah yang menguat ternyata belum mampu mengantarkan pelemahan ekspor Indonesia. Tercatat, sejak Februari hingga April, nilai ekspor tidak mengalami penurunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan. menjelaskan bahwa sempat timbul kekhawatiran nilai ekspor akan jatuh akibat menguatnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Maret dan April lagi berlangsung penguatan rupiah kekhwatiran bahwa penguatan rupiah akan menekan ekspor karena daya saing turun. Rekaman kita baik Februari dan April mencatat bila saat ini ekspor kita kuat, artinya kekhawtiran ekspor turun ternyata tidak,” ungkap Rusman kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

Dia pun membenarkan bila ada kecenderungan seolah-olah eksportir dirugikan. Karena dengan menguatnya rupiah maka perdagangan keluar negeri yang menggunakan mata uang dolar AS hanya mendatangkan sedikit keuntungan. Namun demikian nampaknya Indonesia masih mempunyai barang modal yang tak tergantikan.

“Produk ekspor kita adalah barang yang inelastic bukan karena kompetisi tapi memang barang itu dibutuhkan apapun situasinya barang-barang itu dibutuhkan, misalnya bahan tambang, CPO. Itu tidak tergantikan suka tidak suka mereka akan impor,” jelas Rusman.

Dia menceritakan, hanya sebanyak 70 persen dari ekspor Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur.  Saat ini, rupiah bergerak di antara Rp8.657,5-Rp8.677,5 per USD dan parkir si Rp8.672 per USD. Pergerakan positif rupiah ini dimungkinkan karena kenaikan sejumlah komoditas seperti minyak Brent yang menembus level USD120,67 per barel.

Seperti diketahui, penguatan rupiah juga membantu meredam tingginya hargga minyak dunia yang saat ini melambung. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan melambungnya harga minyak ditambah tidak maksmimalnya produksi listrik pasti berdampak pada BPH Migas. Karenanya hal tersebut pasti akan berdampak pada penerimaan ataupun berdampak pada pengeluaran.

Kendati demikian, didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika masih memberikan sentimen positif, sehingga dia menilai belum perlu ada perubahan asumsi dalam APBN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: